Sinergi Mande Kanduang dan Niniak Mamak Tangkal Penyimpangan Sosial



Sinergi Mande Kanduang dan Niniak Mamak Tangkal Penyimpangan Sosial. 

Padang, 28 Desember  2025 – Pertemuan silaturahmi antara perwakilan Mande Kanduang se-Kota Padang dan ninik mamak se-Kota Padang berlangsung di gedung LKAAM Sumatera Barat, Padang. Acara hari  ini dihadiri tokoh perempuan adat (mande kanduang sako) dan ninik mamak dari seluruh nagari di Kota Padang. Pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat kerja sama pemangku adat perempuan dan ninik mamak dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau serta membahas isu-isu sosial yang mengancam moral masyarakat. Pertemuan kali ini secara khusus menyoroti upaya bersama melestarikan adat dan melawan fenomena penyakit masyarakat (PEKAT).Wali Kota Padang, H. Fadly Amran, telah menyatakan bahwa Pemkot Padang siap mendukung penuh langkah ninik mamak dalam “memerangi berbagai bentuk penyakit masyarakat” yang mengancam tatanan adat dan moral masyarakat
sumbar.antaranews.com
. Ketua LKAAM Sumbar, Prof. Fauzi Bahar, juga telah menegaskan bahwa ninik mamak memiliki “peran sangat penting” dalam menyelesaikan persoalan anak kemenakan dan memberantas “segala bentuk pekat” di tengah masyarakat
sumbar.antaranews.com
. Dukungan ini sejalan dengan komitmen bersama yang pernah diikrarkan tokoh adat di Sumbar untuk memerangi segala bentuk PEKAT yang dinilai merusak adat, agama, dan generasi muda
sumbar.antaranews.com
. Isu utama yang dibahas adalah maraknya LGBT dan perilaku asusila.   Peran ninik mamak perlu dihidupkan kembali agar dapat mengawasi kemenakan dari “pergaulan bebas” serta persoalan sosial lain seperti narkoba dan LGBT.  Kedua masalah ini “juga marak di Sumbar”, sehingga tokoh adat perempuan dituntut mengawasi anak kemenakan agar terhindar dari penyimpangan tersebut

. Pembahasan ini menggarisbawahi kekhawatiran bahwa lemahnya pengawasan adat dalam keluarga dapat membuat generasi muda terjerumus ke perilaku menyimpang. Dalam konteks pencegahan penyimpangan tersebut, kaum perempuan adat (Mande Kanduang) memegang peran strategis. Sebagai tiang rumah gadang, kaum perempuan adat bertanggung jawab mendidik keluarga dan menanamkan nilai agama serta adat pada generasi muda.  Peran Mande Kanduang di kota—memiliki tugas menyebarkan pengetahuan tentang hak perempuan dan anak serta “melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan”
. Dengan berada di lini depan pendidikan moral, perempuan adat menjadi garda terdepan dalam membentengi anak-anak dari perilaku menyimpang. Sinergi antar pemangku adat juga ditekankan dalam pertemuan ini. Ketua Mande Kanduang Sako Kota Padang, Hj. Nurbaini, S. Ap menegaskan bahwa kehadiran Mande Kanduang  untuk “saling mendukung dan menguatkan” dalam pelestarian adat Minangkabau. 
Sumber berita:
perkumpulanmandekanduangsako.blogspot.com
. Ia mengutip ungkapan “se iya sekata” yang menekankan bahwa Mande Kanduang dan bundo kanduang (dan oleh perluasan ninik mamak) harus bergandengan tangan menjaga adat dan budaya turun-temurun. Melalui kerja sama ini, Mande Kanduang dan ninik mamak sepakat memperkuat program sosialisasi adat di sekolah maupun di nagari, serta bersama-sama memantau perkembangan perilaku anak kemenakan sesuai nilai-nilai basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama memperkokoh kemitraan antara pemerintah, ninik mamak, dan Mande Kanduang. Para peserta sepakat terus menanamkan kearifan lokal Minangkabau kepada generasi muda dan membentengi masyarakat dari pengaruh negatif. Diharapkan, kolaborasi erat antar tokoh adat ini dapat menjaga kelestarian adat salingka nagari Minangkabau dan mencegah meluasnya perilaku menyimpang di Kota Padang.

Postingan populer dari blog ini

Prosesi Arak Anak Pisang yang dilaksanakan di Kenagarian Bungus Teluk Kabung, Kota Padang

Mande Kanduang Sako Kota Padang Ambil Bagian dalam Pengangkatan Pengulu Koto Tangah

Mande Kanduang Sako Kota Padang Hadiri Pengukuhan Pengurus Bundo Kanduang Nagari Pauah: Wujud Kepedulian Terhadap Pelestarian Adat dan Budaya