Dari Rumah Gadang ke Ruang Publik, Mande Sako Kota Padang Perkenalkan Identitas Organisasi di Padang TV
Dari Rumah Gadang ke Ruang Publik, Mande Sako Kota Padang Perkenalkan Identitas Organisasi di Padang TV
Kota Padang — Organisasi Mande Sako Kota Padang secara resmi memperkenalkan identitas dan perannya kepada masyarakat luas melalui program “Sumbar Rancak Bana” yang ditayangkan oleh Padang TV, Kamis, 1 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Mande Sako untuk melangkah dari ruang adat menuju ruang publik yang lebih luas dan inklusif.
Mengusung tema “Dari Rumah Gadang ke Ruang Publik”, kehadiran Mande Sako Kota Padang dalam program tersebut menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga, merawat, serta mempromosikan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau, khususnya peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Mande Sako Kota Padang, Hj. Nurbaini, S.AP, hadir sebagai narasumber utama dan didampingi oleh Eftriwiza Tria, S.Kom., M.Kom, selaku Sekretaris Organisasi. Keduanya memaparkan latar belakang berdirinya Mande Sako, visi dan misi organisasi, serta program-program kerja yang berorientasi pada pelestarian adat, penguatan peran perempuan, dan kontribusi sosial di Kota Padang.
Hj. Nurbaini, S.AP menegaskan bahwa Mande Sako tidak hanya berperan dalam ranah adat di Rumah Gadang, tetapi juga siap hadir di ruang publik sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial dan budaya. Sementara itu, Eftriwiza Tria, S.Kom., M.Kom menambahkan pentingnya pemanfaatan media dan teknologi informasi sebagai sarana memperluas jangkauan komunikasi organisasi kepada masyarakat.
Program Sumbar Rancak Bana yang dikenal sebagai ruang dialog budaya dan kearifan lokal dinilai menjadi media yang tepat untuk memperkenalkan Mande Sako Kota Padang kepada masyarakat Sumatera Barat, khususnya generasi muda. Melalui siaran ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Mande Sako dan berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran Mande Sako Kota Padang di Padang TV menjadi langkah strategis dalam mempertegas eksistensi organisasi sebagai bagian penting dari upaya pelestarian adat dan budaya Minangkabau di Kota Padang.